Aksi OPM Kodap IV Sorong Sebabkan Warga Moskona Utara Mengungsi ke Dalam Hutan
Papeda.com- Kondisi
keamanan di wilayah Papua Barat kembali memanas setelah kelompok bersenjata
Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap IV Sorong melakukan aksi yang berdampak langsung
terhadap kehidupan masyarakat di Distrik Moskona Utara, Kabupaten Teluk
Bintuni. Serangkaian teror dan intimidasi yang dilakukan kelompok tersebut
mengakibatkan puluhan warga harus meninggalkan rumah mereka dan mengungsi ke
dalam hutan untuk menyelamatkan diri.
Berdasarkan
informasi dari aparat keamanan setempat, kelompok OPM Kodap IV Sorong melakukan
penyerangan dan penyanderaan terhadap beberapa warga di sekitar Kampung
Iniyandate dan sekitarnya. Aksi ini disertai pembakaran rumah serta perampasan
bahan makanan milik masyarakat. Situasi tersebut membuat warga merasa ketakutan
dan memilih meninggalkan kampung demi menghindari ancaman keselamatan jiwa.
Tokoh
masyarakat Moskona Utara, Bapak Daud May, mengutuk keras tindakan OPM yang
dinilai tidak manusiawi. Menurutnya, kelompok bersenjata tersebut telah
mencederai kehidupan damai yang selama ini dijaga oleh masyarakat setempat.
“Mereka mengaku berjuang untuk rakyat Papua, tapi kenyataannya justru rakyat
yang menjadi korban. Anak-anak dan perempuan kini hidup di hutan tanpa
kepastian makanan dan tempat tinggal. Ini bukan perjuangan, ini kezaliman,”
tegasnya, Senin (13/10/2025).
Senada
dengan itu, tokoh adat Teluk Bintuni, Mama Yulce Maniani, menyampaikan
keprihatinannya terhadap kondisi warga yang mengungsi. Ia menilai tindakan OPM
telah memperburuk citra orang asli Papua di mata dunia. “Kami ingin hidup
tenang, bekerja, dan membesarkan anak-anak kami dengan damai. Tapi kelompok OPM
datang membawa ketakutan. Mereka bukan penyelamat, tapi perusak kedamaian,”
ujarnya.
Tokoh
agama setempat, Pendeta Markus Krey, mengajak seluruh pihak untuk tidak
terpancing provokasi dan mempercayakan penanganan keamanan kepada aparat
negara. “Kami berdoa agar Tuhan melindungi masyarakat dan memberikan keberanian
kepada aparat yang sedang bertugas. Sudah saatnya OPM menghentikan kekerasan
dan berhenti menyengsarakan rakyat Papua,” ucapnya.
Peristiwa
ini menjadi bukti nyata bahwa aksi OPM hanya menambah penderitaan masyarakat
Papua. Alih-alih memperjuangkan aspirasi rakyat, mereka justru menyebabkan
penelantaran, rasa takut, dan trauma mendalam di kalangan warga sipil.
Pemerintah bersama aparat keamanan berkomitmen untuk terus menjaga stabilitas
dan memastikan setiap warga Papua dapat hidup damai di tanah mereka sendiri,
tanpa ancaman dari kelompok bersenjata mana pun.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar