TPNPB OPM Kodap XXVII Sinak Tebar Hoaks, Tuding Aparat Bakar Rumah Warga
Papeda.com- Isu
bohong kembali dilontarkan oleh Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB)
Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap XXVII Sinak. Melalui pernyataan yang
disebarkan ke sejumlah media, pimpinan kelompok tersebut, Mayor Jenderal
Lekkagak Telenggen, menuding bahwa militer Indonesia membakar rumah warga di
Papua. Ia bahkan menuduh aparat memasuki pemukiman warga sambil melakukan
operasi dan penembakan brutal.
Namun,
informasi tersebut segera ditepis oleh berbagai pihak yang menyebutnya sebagai
kabar bohong atau hoaks. Aparat keamanan maupun masyarakat menilai tuduhan itu
hanyalah upaya OPM untuk memanipulasi opini publik dan menutupi tindakan
kekerasan yang dilakukan kelompok bersenjata di wilayah tersebut.
Tokoh
masyarakat Kabupaten Puncak, Yulianus Wonda, menegaskan bahwa masyarakat tidak
boleh terprovokasi dengan kabar sepihak yang dilontarkan OPM. “Selama ini
justru OPM-lah yang sering melakukan pembakaran, baik terhadap rumah warga
maupun fasilitas umum. Jadi, ketika mereka menuduh aparat, itu tidak lebih dari
strategi untuk membalikkan fakta,” ujarnya, Sabtu (20/9/2025).
Hal
senada juga disampaikan Ketua Dewan Adat di Sinak, Markus Murib. Ia menyebut
bahwa pola penyebaran informasi hoaks oleh OPM sudah sering terjadi setiap kali
aparat melakukan operasi penegakan hukum. “Setiap kali aparat bergerak
menindak, OPM langsung menebar isu negatif. Tujuannya jelas, agar masyarakat
benci kepada negara. Tapi kami tahu, yang paling sering menyengsarakan warga
adalah aksi OPM itu sendiri,” katanya.
Pernyataan
Lekkagak Telenggen dinilai sebagai upaya untuk mengalihkan perhatian publik
dari aksi brutal yang dilakukan kelompoknya. Baru-baru ini, sejumlah laporan
menyebut bahwa anggota OPM di wilayah Puncak melakukan intimidasi terhadap
masyarakat, bahkan memaksa warga untuk memberikan bahan makanan dan uang.
“Kalau mau jujur, warga lebih takut dengan OPM daripada aparat. Aparat datang
untuk menjaga keamanan, sementara OPM sering datang merampas,” tambah Markus.
Dengan
adanya bantahan dari tokoh masyarakat, semakin jelas bahwa tuduhan OPM Kodap
XXVII Sinak hanya merupakan propaganda yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.
Aparat keamanan bersama masyarakat berkomitmen menjaga situasi tetap kondusif
agar Papua tidak terus diguncang oleh isu-isu menyesatkan yang diciptakan untuk
memecah belah.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar