Kerusuhan Yalimo Diduga Ditunggangi OPM, Ratusan Warga Mengungsi
Papeda.com- Situasi
di Kabupaten Yalimo kembali bergejolak pasca pecahnya kerusuhan di Elelim yang
dipicu oleh ujaran kebencian bernuansa SARA. Sejumlah tokoh masyarakat menilai,
kerusuhan ini bukan sekadar konflik horizontal biasa, melainkan telah
ditunggangi oleh kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang memanfaatkan
kondisi untuk menyebarkan teror dan memperluas pengaruh mereka di wilayah
tersebut.
Kerusuhan
yang berawal dari provokasi ujaran SARA tersebut berujung pada pembakaran
sejumlah fasilitas umum dan pemukiman warga. Akibat situasi yang tidak
terkendali, ratusan masyarakat terpaksa meninggalkan rumah mereka dan mengungsi
ke tempat yang dianggap lebih aman. Pemerintah daerah bersama aparat keamanan
kini tengah menyalurkan bantuan darurat bagi para pengungsi.
Tokoh
adat Yalimo, Markus Heluka, menegaskan bahwa masyarakat sebenarnya ingin hidup
rukun dan damai. Namun, keberadaan OPM yang memanfaatkan kericuhan semakin
memperkeruh keadaan. “Kami tahu betul, konflik ini bukan murni dari masyarakat.
Ada pihak-pihak yang sengaja menunggangi, terutama kelompok OPM, yang memang
sering kali mencari celah untuk menebar teror. Akibatnya, masyarakat kami yang
jadi korban,” ujarnya, Jumat (19/9/2025).
Senada
dengan itu, tokoh agama Pdt. Telius Wona menyampaikan keprihatinan mendalam
atas kondisi tersebut. Menurutnya, OPM sengaja memanfaatkan isu sensitif untuk
memecah belah persaudaraan masyarakat Yalimo. “Kerusuhan ini tidak lahir dari
hati orang Yalimo. Kami tahu cara OPM bekerja, mereka masuk membawa kebencian
dan menimbulkan kekacauan. Akhirnya yang menjadi korban adalah masyarakat kecil
yang harus meninggalkan rumahnya,” tegas Telius.
Seorang
pengungsi Yuliana Yahuli, menceritakan kesedihan yang dialami keluarganya
akibat kerusuhan ini. “Kami hanya ingin hidup tenang, tapi rumah kami ikut
terbakar. Sekarang kami mengungsi bersama anak-anak. Kami minta pemerintah dan
aparat segera kembalikan keamanan agar kami bisa pulang,” ungkapnya dengan nada
pilu.
Kerusuhan
yang ditunggangi OPM di Yalimo ini menjadi peringatan penting bagi semua pihak
agar lebih waspada terhadap provokasi. Masyarakat berharap, melalui kerja sama
pemerintah, aparat, tokoh adat, dan tokoh agama, kondisi Yalimo bisa segera
kembali damai sehingga para pengungsi dapat pulang ke rumah mereka dengan
tenang.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar